
Cabai Cayenne Kering
Diterjemahkan otomatis ·
Tentang Cabai Cayenne Kering ini
Cabai cayenne kering berukuran kecil dan ramping, dengan tampilan keriput, mengerut, dan bertekstur. Polongnya sering melengkung atau sedikit terpuntir, dan kulitnya yang berwarna merah tua hingga merah cerah tipis, mengilap, lembut, dan berkerut. Di bawah permukaan, terdapat rongga kosong yang berisi banyak biji kecil bulat berwarna kuning cerah. Biji-biji ini terkadang dapat terdengar berderak di dalam rongga jika cabai kering digoyangkan. Cabai cayenne kering terasa ringan dan memiliki tekstur rapuh, mudah hancur dan patah. Cabai ini memiliki aroma samar dan rasa asap, tanah, serta asam dengan tingkat kepedasan yang intens.
Musim/Ketersediaan
Cabai cayenne kering tersedia sepanjang tahun.
Fakta Terkini
Cabai cayenne, secara botani diklasifikasikan sebagai Capsicum annuum, adalah polong memanjang yang termasuk dalam keluarga Solanaceae atau terong-terongan. Cabai merah cerah ini dianggap sebagai varietas dengan tingkat kepedasan sedang, berkisar antara 30.000 hingga 50.000 SHU pada skala Scoville, dan secara historis digunakan sebagai tanaman obat di kekaisaran Aztec dan Inca kuno untuk membantu mengobati sakit gigi. Seiring waktu, cabai cayenne akhirnya menyebar ke seluruh dunia, dan saat ini telah menjadi salah satu cabai paling dikenal yang digunakan dalam praktik kuliner dan pengobatan. Cabai ini juga paling sering dijual dalam keadaan kering dan sangat disukai karena rasa pedas dan warna merah cerahnya. Saat segar, cabai cayenne dipanen, dikeringkan, dan dihancurkan menjadi serpihan cabai merah, dipanggang dalam kue, atau digiling dan diayak menjadi bubuk cabai.
Nilai Gizi
Cabai cayenne kering merupakan sumber kalium yang baik untuk menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh, kalsium dan fosfor untuk melindungi tulang dan gigi, serta mengandung zat besi, magnesium, vitamin E dan B. Cabai ini juga menyediakan vitamin A untuk menjaga fungsi organ yang sehat dan vitamin C untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain vitamin dan mineral, cabai ini mengandung capsaicin, senyawa kimia yang memicu otak merasakan sensasi panas atau pedas dan telah terbukti membantu merangsang sistem peredaran darah serta memiliki sifat anti-inflamasi.
Aplikasi
Cabai cayenne kering secara tradisional digiling menjadi bubuk dan digunakan untuk menambah rasa dan kepedasan pada masakan segar maupun matang. Cabai kering dapat dibelah, bijinya diambil, dan digiling segar menjadi bubuk yang dapat ditaburkan ke dalam saus seperti hummus dan guacamole, ditaburkan di atas salad, dicampur ke dalam sayuran panggang, atau diaduk ke dalam sup, chili, dan semur. Bubuk pedas ini juga dapat ditambahkan ke saus pedas dan salsa, bumbu gosok untuk daging, dipanggang dalam pasta dan casserole, ditaburkan di atas hidangan berbahan dasar telur seperti omelet, salad telur, atau souffle, atau dicampurkan ke dalam limun, cokelat panas, dan teh jahe. Cabai cayenne kering cocok dipadukan dengan bumbu aromatik seperti bawang putih, bawang merah, dan jahe, makanan laut seperti ikan, udang, cumi, lobster, dan tiram, daun mustard, collard, kubis, tomat, paprika, jagung, dan buah sitrus. Cabai cayenne kering utuh dapat disimpan dalam wadah tertutup selama 1 hingga 3 tahun. Disarankan untuk menggiling cabai kering dalam jumlah kecil untuk mendapatkan rasa yang paling segar. Bubuk cabai cayenne yang dibeli di toko umumnya dapat bertahan 1 hingga 2 tahun.
Info Etnis/Budaya
Cabai cayenne merupakan bumbu dasar dalam masakan Cajun, sebuah masakan eklektik yang dipengaruhi oleh gaya memasak Prancis, Spanyol, Afrika, dan penduduk asli Amerika. Masakan Cajun pertama kali diciptakan di Louisiana ketika sekelompok kolonis Prancis yang dikenal sebagai Acadian melarikan diri dari Kanada dan menetap di rawa-rawa dan wilayah pesisir Louisiana. Akhirnya, Acadian menyingkat nama mereka menjadi Cajun dan mengandalkan sayuran, hewan, dan rempah-rempah lokal. Masakan Cajun didasarkan pada masakan pedesaan Prancis, tetapi seiring waktu berbagai budaya mulai bercampur, menambahkan bumbu dan rempah eksotis seperti cabai cayenne ke dalam hidangan yang kaya dan menghangatkan. Dalam masakan Cajun, cabai cayenne secara tradisional dikeringkan dan digiling menjadi bubuk merah-oranye cerah, yang memberikan warna dan rasa pedas khas pada masakan tersebut. Cabai cayenne juga dicampur dengan rempah lain seperti lada hitam, paprika, bubuk bawang putih, oregano, garam, dan bawang dalam campuran bumbu Cajun untuk memberi rasa pada hidangan khas seperti gumbo, jambalaya, sup, dan semur.
Geografi/Sejarah
Cabai cayenne berasal dari Amerika Selatan, khususnya Guyana Prancis yang terletak di pantai timur laut, dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno. Penduduk asli Amerika menggunakan cabai ini dalam praktik pengobatan dan kuliner, dan selama berabad-abad cabai cayenne menyebar ke seluruh Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia melalui migrasi. Pada abad ke-15 dan ke-16, cabai cayenne dibawa ke Eropa dan Asia oleh penjelajah Spanyol dan Portugis, di mana cabai ini dengan cepat menyebar dalam budidaya. Cabai cayenne secara historis lebih disukai sebagai rempah kering, dan telah dikeringkan selama berabad-abad untuk menambah rasa dan kepedasan pada hidangan sepanjang tahun. Saat ini, cabai cayenne kering diproduksi secara komersial di seluruh dunia, terutama di Meksiko, Jepang, Afrika, India, New Mexico, dan Louisiana di Amerika Serikat. Cabai kering dapat ditemukan utuh atau dalam bentuk bubuk di toko grosir, pengecer online, distributor, dan toko makanan kesehatan.
Cabai cayenne kering kami ditanam dan dipanen di Afrika Timur, Uganda, di tanah pertanian yang subur dengan curah hujan yang baik dan sinar matahari yang melimpah. Selain itu, kami kini juga memiliki rumah kaca. Rasanya adalah cabai cayenne organik asli.
Detail produk
- Kategori
- Lada
- Negara asal
- Uganda
Ketersediaan per bulan
Rempah dan Bumbu lain dari Uganda
Lihat semua
🇺🇬UgandaBiji vanili
Jahe
🇺🇬UgandaKunyit
🇺🇬UgandaJahe lokal asli
🇺🇬UgandaBiji Vanili
🇺🇬UgandaVanili Batang
🇺🇬Uganda






